Rabu, 11 November 2015

Tugas Perilaku Konsumen BAB III

Departeman Ilmu Ekonomi
Fakultas Ekonomi dan Manajeman
Institut Pertanian Bogor (www.ipb.ac.id)
Kuliah Perilaku Konsumen IKK233 (Consumer Behavior Class)
Departement of Family dan Consumer Sciences (http://www.ikk.fema.ipb.ac.id)
College of Human Ecology (http://www.fema.ipb.ac.id)
Bogor Agricultural University IPB (www.ipb.ac.id)

Tim Pengajar :
Prof Dr Ir UJANG SUMARWAN, MSc (www.sumarwan.staff.ipb.ac.id, www. Ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id, sumarwan@mb.ipb.ac.id)
Dr. Ir. Lilik Noor Yuliati, MFSA
Dr. Ir. Megawati simanjuntak, MS
Ir. Retnaningsih, MS
Ir. Md djamaluddin, MSc
Referensi:
Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Jakarta: PT Ghalia Indonesia.


Khaerun Nisa
H54130051
Kamis 13.00-15.30
Kelompok 2

1)      Definisi kepribadian
·         Menurut Schiffman  dan Kanuk (2010) kepribadian ddefinisikan sebagai karakteristik psikologi yang menentukan dan mencerminkan bagaimana respon seseorang terhadap lignkungan.
·         Pada study konsumen, kepribadian didefinisikan sebagai reson konsisten terhadap rangsangan dari lingkungan (Engel, Blackwell dan Minard, 1995, hal 433)
·         Kepribadian adalah pola-pola khusus dari suatu kebiasaan mencangkup pemikiran dan emosi yang mengkarakteristik setiap adaptasi individu dalam menghadapi situasi hidup (Mowen & Minor 1998, hal 198)
·         Kepribadian menurut Solomon (2009) mengarah pada psikologi unik individu dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi respon seseorang terhadap lingkungan secara konsisten.
2)      Karakteristik dari kepribadian
·         Kepribadian menggambarkan perbedaan individu
Artinya tidak ada dua manusia yang sama persis, yang memungkinkan adalah ada dau manusia memiliki kesamaan sifat dalam satu karakteristik tapi berbeda untuk karakteristik lainnya.
·         Kepribadian menunjukkan konsistensi dan berlangsung lama
Karakter individu perbentuk sejak kecil dan mempengaruhi perilaku secara konsisten dalam waktu lama dan permanen.
·         Kepribadian dapat berubah
Kepribadian memang menunjukkan konsistensi, tapi bisa juga berubah. Hal ini bisa disebabkan karena faktor lingkungan, budaya, dan lainnya.
3)      Teori kepribadian Freud
“Kebutuhan yang tidak disadari atau dorongan dari dalam diri manusia seperti dorongan seks & kebutuhan biologis adalah inti motivasi & kepribadian manusia. Kepribadian manusia menurut Freud, ada 3 unsur : yaitu, id, superego, dan ego.
·         Id adalah aspek biologis manusia yang ada sejak lahir yang mendorong adanya kebutuhan fisiologis. Kebutuhan id akan menyebabkan adanya kepuasan.
·         Superego adalah aspek psikologis manusia yang tunduk pada norma dan aturan dimasyarakat. Unsur ini berfungsi untuk mengurangi atau menekan nafsu biologis (id) pada diri manusia.
·         Ego adalah unsur yang bisa disadari manusia (dapat dikontrol). Merupakan unsur penengah atau penyeimbang dalam memenuhi id dan superego.
Teori Neo-Freud “Kombinasi dari sosial psikologis terdapat dua perbedaan dengan Freud, yaitu (1) lingkungan sosial (2) motivasi berprilaku.
4)      Teori Kepribadian menurut Horney
“Manusia memiliki rasa khawatir sebagai dampak dari hubungan antara orang tua dan anak, dan individu selalu ingin membatasi masalah tersebut. Model kepribadian menurut Horney:
·         Compliant, yaitu kecenderungan seseorang untuk selalu dekat dengan orang lain atau bergantung pada orang lain.
·         Aggressive, yaitu kecenderungan seseorang untuk memperoleh kekuasaan dan menggauli orang lain.
·         Detached, yaitu kecenderungan seseorang untuk merasa bebas dan terlepas dari orang lain.
5)      Apa yang dimaksud gaya hidup dan apa kaitannyya dengan kepribadian
Gaya hidup (live style) merupakan suatu pola yang menggambarkan perilaku seseorang, yaitu bagaimana cara seseorang berpikir, merasa dan berpersepsi serta bagaimana seseorang hidup. Menggunakan uang dan memanfaatkan waktu yang dimilikinya. Kaitannya antara gaya hidup dan kepribadian bahwa gaya hidup menggambarkan manifestasi eksternal dari karakteristik perilaku seseorang . gaya hidup akan mengubah pola konsumsi seseorang sehingga mempengaruhi kepribadiannya dalam menyesuaikan dengan perubahan hidupnya.
6)      Bagaimana pemasar menggunakan konsep kepribadian dalam memasarkan produknya?
·         Pemasar berusaha mengetahui kepribadian konsumen dan apa pengaruhnya agar pemasar dapat merancang komunikasi yang sesuai dengan sasaran konsumen.
·         Beberapa kepribadian ciri khusus dikembangkan untuk kepentingan studi perilaku konsumen, yaitu:
a)      Kepribadian ciri inovatif konsumen
b)      Dogmatidme, yaitu ciri yang mengukur tingkat kekakuan seseorang dlam menerima informasi.
c)       Karakteristik sosial
Inner directedness = orientasi pada dirinya dlam membeli produk
Other directedness = mempertimbangkan nilai yang dianut oleh orang-orang agar diterima.

7)      Mengubah kebiasaan masyarakat dengan prinsip kepribadian
Konsep kepribadian yaitu salah satunya kepribadian dapat berubah. Terdapat faktor-faktor yang membuat kepribadian tersebut berubah, seperti faktor usia dan lingkungan. Kepribadian tersebut secara berangsur akan berubah sesuai dengan kebutuhan yang akan dituju. Kebiasaan pada pola konsumsi dan kebiasaan gaya hidu juga turut berubag karena merefleksikan kepribadian doro tersebut yang juga berubah. 

Resume Perilaku Konsumen BAB 1

Departeman Ilmu Ekonomi
Fakultas Ekonomi dan Manajeman
Institut Pertanian Bogor (www.ipb.ac.id)
Kuliah Perilaku Konsumen IKK233 (Consumer Behavior Class)
Departement of Family dan Consumer Sciences (http://www.ikk.fema.ipb.ac.id)
College of Human Ecology (http://www.fema.ipb.ac.id)
Bogor Agricultural University IPB (www.ipb.ac.id)

Tim Pengajar :

Prof Dr Ir UJANG SUMARWAN, MSc (www.sumarwan.staff.ipb.ac.id, www. Ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id, sumarwan@mb.ipb.ac.id)
Dr. Ir. Lilik Noor Yuliati, MFSA
Dr. Ir. Megawati simanjuntak, MS
Ir. Retnaningsih, MS
Ir. Md djamaluddin, MSc

Referensi:


Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Jakarta: PT Ghalia Indonesia.




BAB I PENDAHULUAN

I. Konsumen dan perilaku konsumen

a. Arti konsumen dan perilaku konsumen dari perspektif konsumen

Konsumen:
ü  Pelanggan, menawar, mencari informasi
ü  Barang, jasa, merek, harga, kemasan, kualitas, kredit, toko
ü  Persepsi, sikap, loyalitas, kepuasan, motivasi, gaya hidup
Perilaku konsumen:
ü  Suka menawar, membandingkan produk dan harga, rela antri
ü  Perbedaan selera dalam membeli barang, selalu mencari yang terbaik
ü  Rela antri untuk mendapatkan produk yang diinginkan, membeli produk secara kredit
b. Perilaku konsumen muda
ü  Mengikuti tren yang sedang popular
ü  Berbelanja lebih mengedepankan keinginan daripada kebutuhan (wants>need)
ü  Cepat mengadopsi produk berteknologi tinggi

c. Definisi perilaku konsumen
Schiffman dan Kanuk (2010), “Istilah perilaku konsumen diartikan sebagai perilaku yang diperlihatkan    konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka.

d.Jenis konsumen
1.       Konsumen individu : membeli barang dan jasa untuk digunakan sendiri, anggota keluarga lain, atau hadiah.
2.       Konsumen organisasi : meliputi organisasi bisnis, yayasan, lembaga sosial, kantor pemerintah, sekolah, perguruan tinggi dan rumah sakit, dimana produk peralatan dan jasa yang dibeli digunakan untuk menjalankan seluruh kegiatan organisasinya.
e. Perspektif riset perilaku konsumen
Riset perilaku konsumen terdiri atas tiga perspektif yang sangat mempengaruhi cara berpikir dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen.
1.                   Perspektif pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan secara rasional untuk memecahkan masalah yang dihadapi.
2.                   Perspektif eksperiensial (pengalaman)
Pengambilan keputusan untuk membeli produk berdasarkan alasan emosional untuk kegembiraan, fantasi ataupun emosi yang diinginkan.
3.                   Perspektif pengaruh behavioral
Konsumen membeli produk karena dipengaruhi faktor luar seperti: program pemasaran oleh produsen, budaya, lingkungan fisik, ekonomi, undang-undang, serta lingkungan yang kuat membuat konsumen melakukan pembelian.

f. Bagaimana mempelajari perilaku konsumen ?

Perilaku konsumen pada hakikatnya untuk memahami ‘Why do consumers do what they do’. Studi perilaku konsumen meliputi: 4W+2H (What they buy?, Why they buy?, When they buy?, Where they buy it?, How often they buy it?, How often they use it?).

II. Dimensi perilaku konsumen

a. Konsumen akan melakukan tiga macam perilaku terkait dengan barang, jasa, pengalaman dan ide:
ü  Bagaimana ia mendapatkannya ?
ü  Bagaimana ia mengkonsumsinya ?
ü  Bagaimana ia menghilangkan sisa konsumsibatau bagian yang tidak dikonsumsinya ?
b. Manfaat mempelajari perilaku konsumen

ü  Membantu para pemimpin perusahaan untuk mengambil keputusan dengan lebih baik
ü  Membantu anggota DPR di pusat atau daerah agar dapat merancang hukum, peraturan dan undang-undang yang melindungi kepentingan konsumen
ü  Membantu konsumen untuk membuat keputusan konsumen dengan bijak
ü  Analisis konsumen menjadi landasan manajemen pemasaran
ü  Berperan penting dalam pengembangan kebijakan publik
c. Siapa yang harus mempelajari perilaku konsumen ?

1)      Pemasar : untuk menyusun startegi pemasaran yang sesuai.
2)      Pegiat pendidikan dan perlindungan konsumen : untuk membantu konsumen memilih produk dan jasa dengan benar, terhindar dari penipuan, serta menjadi konsumen yang bijaksana.
3)      Pemerintah dan anggota legislatif : menjadi pengambil keputusan yang bijak dan dapat meningkatkan kesejahteraan konsumen untuk melindungi kepentingan konsumen.

Perbedaan Individu
1.       Motivasi
Motivasi muncul karena adanya kebutuhan, kebutuhan sendiri mucul karena konsumen merasakan ketidaknyamanan (state of tension) antara yang seharusnya dirasakan dan yang sesungguhnya dirasakan. Motivasi akan mempengaruhi proses keputusan konsumen dalam mebeli dan menggunakan barang dan jasa.
2.       Kepribadian
Perbedaan kepribadian konsumen mempengaruhi perilakunya dalam memilih dan membeli produk.
3.       Konsep diri
Konsep diri adalah persepsi atau perasaan seseorang terhadap dirinya yang akan direfleksikan dengan perilaku konsumsinya. Seorang konsumen yang memandang dirinya sebagai orang yang modern dan mudah menerima informasi akan mudah menerima dan membeli berbagai peralatan komunikasi yang moden dan selalu tertarik membeli sesuatu yang baru.
4.       Pengolahan informasi dan persepsi
Pengolahan informasi terjadi ketika pancaindra menerima input dalam bentuk stimulus. Stimulus bisa berbentuk produk, nama merek, iklan, kemasan, nama produsen. Ada lima tahap pengolahan informasi yaitu pemaparan (exposure), perhatian (attention), pemahaman (comprehension), penerimaan (acceptance), dan retensi (retention).
5.       Proses belajar
Proses belajar terjadi karena adanya empat unsur yang mendorong yaitu motivasi, isyarat, respons, dan pendorong atau penguatan.
6.       Pengetahuan
Pengetahuan konsumen terbagi ke dalam tiga macam yakni pengetahuan produk, pengetahuan pembelian, dan pengetahuan pemakaian.
7.       Sikap
Sikap sangat terkait dengan konsep kepercayaan dan perilaku. Kepercayaan, sikap dan perilaku juga terkait dengan konsep atribut produk yaitu karakakteristik dari suatu produk.
8.       Agama
Ajaran-ajaran agama akan mempengaruhi sikap, motivasi, persepsi, dan perilaku konsumen dalam mengkonsumsi barang dan jasa.

b. Faktor lingkungan konsumen

1.       Budaya
Budaya adalah segala nilai, pemikiran, simbol yang mempengaruhi perilaku, sikap, kepercayaan dan kebiasaan seseorang dan masyarakat.
2.       Karakteristik demografi, sosial dan ekonomi
Beberapa karakteristik demografi yang sangat penting untuk memahami konsumen adalah usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, agama, suku bangsa, pendapatan, jenis keluarga, status pernikahan, lokasi geografis dan kelas sosial.
3.       Keluarga
Keluarga memiliki pengaruh yang besar kepada konsumen karena anggota keluarga akan saling mempengaruhi dalam pengambilan keputusan pembelian produk dan jasa.
4.       Kelompok acuan
Kelompok acuan digunakan oleh seseorang sebagai dasar untuk perbandingan dalam membentuk respon afektif, kognitif, dan perilaku.
5.       Lingkungan dan situasi konsumen
Lingkungan konsumen terbagi menjadi lingkungan sosial dan lingkungan fisik. Lingkungan sosial adalah semua interaksi sosial yang terjadi antara konsumen dengan orang-orang di sekelilingnya. Lingkungan fisik adalah segala sesuatu yang berbentuk fisik disekeliling konsumen. Situasi konsumen terdiri atas tiga macam : situasi komunikasi (pencarian informasi), situasi pembelian (mengunjungi toko dan belanja), situasi penggunaan (konsumsi dan pembuangan produk).
6.       Teknologi
Teknologi yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu telepon genggam, internet, kendaraan roda dua, dan transportasi udara.

c. Proses keputusan konsumen

Pengenalan kebutuhan, pencarian informasi dan evaluasi alternatif

Pengenalan kebutuhan muncul ketika konsumen mengahadapi suatu masalah untuk memenuhi kebutuhan. Pencarian informasi dilakukan ketika konsumen memandang kebutuhan bisa dipenuhi dengan membeli dan mengkonsumsi suatu produk. Pada proses evaluasi alternatif konsumen membandingkan berbagai pilihan yang dapat memecahkan masalah yang dihadapinya.

IV. Pemasaran dan perilaku konsumen

Yang dilakukan manajer pemasaran:

Analisis lingkungan
Faktor yang harus diamati : demografi, ekonomi, alam, teknologi, politik dan budaya.

Riset pasar
Mengumpulkan data dan informasi mengenai perilaku konsumen. Data tersebut digunakan untuk menyusun strategi pemasaran.

Segmentasi
Segmentasi adalah pengelompokan pasar atau konsumen berdasarkan kesamaan karakteristik tertentu, misalnya kesamaan kebutuhan barang dan jasa. Dasar untuk melakukan segmentasi adalah karakteristik konsumen, situasi, geografi dan budaya.

Positioning dan diferensiasi
Positioning adalah menciptakan atau membangun persepsi mengenai karakteristik suatu produk. Positioning sangat terkait dengan tindakan diferensiasi yaitu merancang barang dan jasa yang memiliki fitur atau karakteristik yang berbeda dengan produk pesaing.

Bauran pemasaran
Bauran pemasaran adalah sejumlah alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan-tujuan pemasarannya. Alat pemasaran dibagi ke dalam empat kelompok yang dikenal dengan nama 4P yaitu product, place, price dan promotion. Alat pemasaran untuk jasa dikenal dengan 7P (4P+3P) dengan tambahan people, process dan proof.

Senin, 31 Agustus 2015

Ikrar Mimpi

31 Agustus 2015 

Malam bercerita tentang hangatnya keluarga, damainya perbedaan, nikmatnya ketika sunyi bersama-Nya. Malam ini, ingin ku mainkan jemariku didepan laptop untuk menulis kisah indah bersama mereka. Malam yang akan menjadi saksi ikrar mimpi-mimpi kami, aku dan adik-adik lorongku. -lorong 3 A5 Silvasari-
Aku percaya, insan yang sukses adalah mereka yang punya mimpi-mimpi besar dan memulainya dengan perkerjaan yang kecil. 
Hal pertama yang ingin kudengar sebelum mereka menjalani kuliah reguler mereka adalah mimpi mereka. Mimpi yang terdengar lantang 


Maka, milikilah mimpi besar karena Allah Maha Besar. 



Kamis, 27 Agustus 2015

Saksi Sejarah

Membuka-buka catatan lama, ternyata ada salah satu puisi yang pernah saya buat. Puisi yang membuat saya bangga untuk menjadi seorang jurnalistik. Yah, mimpi lama dan sampai sekarang masih saya harapkan adalah menjadi seorang jurnalistik. Meski terkadang mimpi itu fluktuatif datang dan pergi. 
puisi yang saya buat satu tahun silam ini, saya dedikasikan untuk para pahlawan jurnalistik. Pahlawan yang banyak menguntai cerita dan memperkenalkan kita pada banyak tokoh sejarah. para pahlawan jurnalistik yang harum akan tulisannya namun tersembunyi akan identitasnya. 
SAKSI SEJARAH
Tinta hitam tanda kedukaan
Merangkai runtutan peristiwa perjuangan
Tinta Hitam yang menemani tumpah ruah merah darah dalam sejarah
Menyongsong arti bebas
Mengayunkan pena, menjabarkan peristiwa  
Berperang dengan ribuan ancaman
Gagah berani ikut dimedan perang
Pena adalah senjatanya
Kertas bentengnya
Tinta yang mengingatkan
Bahwa sejarah tidak akan pernah terulang
Tapi setidaknya masih bisa dikenang
Tinta hitam saksi sejarah
Menjabarkan setiap detik untaian kisah
Kau tulis nama-nama pahlawan 
Tapi kau lupa sisipkan namamu
Namamu Harum tanpa jejak
Terima kasih pahlawan bangsaku
Terima kasih pahlawan pejuang jurnalistik

Antara Aku, Hujan dan Bintang

Ritmenya membuatku terhanyut. Entah kunci nada apa yang dimainkan, hingga aku selalu dibuat perpesona. Irama yang sederhana, air yang jatuh dari langit. Itu alasan aku menyukainya, hujan. ketika hujan, otakku bisa berpikir lebih cepat. Mungkin semua organ tubuhku dibuat menari olehnya. Aku berlebihan? Tapi ini benar J. Hujan, menyamarkan air mata saat sedih? Itu cerita klasik dan bukan diriku. Hujan itu kebahagiaan bukan kesedihan :D. Hujan adalah kehidupan. Kadang kita tak sadar, menyalahkannya dalam segala aktivitas kita. Hmm.. padahal Sang Pencipta telah menurunkan banyak keberkahan bersamanya.
Aku begitu menyukai hujan, begitu juga bintang. Yah, kamu, Bintang. Yang siang dan malam selalu ada. Yang kala malam kamu begitu menawan. Kerlap kerlip dalam hitamnya langit. Yang kala siang, kamu begitu berani. kamu panas, semua ikut panas. Kamu sejuk semua ikut sejuk.

Kamu suka hujan, begitupun aku. Lalu hujan datang untuk membuat senang siapa? Untuk kamu? untuk aku? Apa mungkin untuk kita. Tapi aku tak percaya diri. Kurasa hujan lebih senang datang untukmu. Kamu bintang, namamu sudah banyak dikenal. Aku? Aku hanya gadis yang bersembunyi dibalik jendela. Melihat hujan tanpa bisa menyentuhnya. Dibalik jendela, aku hanya bisa melihatmu bersama hujan. ada risau dalam diriku. Bukan karena aku cemburu hujan bersamamu. Tapi aku khawatir kamu kedinginan. Aku khawatir kamu terbuai bersama hujan hingga kamu lupa bahwa dia akan membasahimu dan membuatmu sakit. Tak bisakah kau bersamaku saja. Memandang hujan dibalik jendela sambil berdoa bersama. Bintang, disini, dibalik jendela aku hanya ingin berkata aku bukan cemburu padamu tapi aku teramat mengkhawatirkanmu.

Rabu, 26 Agustus 2015

Bogor, 16 Juni 2015 

Aku teringat, kisah kaum Anshor yang menyambut kehadiran kaum muhajirin dengan penuh kehangatan dan kebahagian. Dalam kisah mereka, aku belajar akan makna persaudaraan. Dan kini aku telah siap menjadi tuan rumah yang menyambut tamunya. Bak kaum anshor, aku akan menyambut mereka dengan penuh kesenangan.
Diujung penafsiranku, aku membayangkan persembahan-persembahan yang  akan aku suguhkan pada mereka. Kesiapan imanku, harus lebih kudahulukan untuk menyambut mereka, karena aku tak ingin bertemu dengan meraka dalam keadaan hatiku yang rusak. Kuperbaiki niat, bahwa semua pertemuan adalah Allah yang mengatur, dan aku hanya berperan sebaiknya. Ku luruskan niatku bukan untuk dunia. Dan aku tak luput untuk berdoa karena aku tahu Yang Maha Membolak Balikan hati, Yang Maha Mengikatkan hati adalah Allah swt. 

Catatan lama [agustus 2014] Surat, Peta, Kapal Laut "Batas dunia antar langkah "




Untaian kalimat dengan tata bahasa syahdu mengikat pengembara dakwah awam dalam taklimat-taklimat kebaikan. mengira-ngira seperti apa dunia yang akan dijalaninya setelah sepucuk surat itu diterimanya. Sepucuk surat yang diakhiri dengan surat cinta Sang Pencipta, Allah SWT. Sepucuk surat yang menjadi titik awal perjalanan kehidupan yang sesungguhnya. Dan dititik inilah perjalanannya dimulai.

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ (البقرة: (216

"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci.Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Al-Baqarah: 216)

Pengembara yang hijrah dari kalbu egois menuju kalbu dititik terdalam manusia yaitu keimanan. Pengembara yang dulunya hanya akan bergerak untuk dunia yang membayarnya secara nyata -selayaknya materi, pujian, dan hal dunia lain yang menguntungkan-. Tapi semenjak adanya surat itu, pengembara ini tak lagi menginginkan imbalan-imbalan yang hanya memberikannya keuntungan sementara. Kini ia lebih tak tahu diri karena menginginkan kenikmatan yang abadi dan menginginkan kehidupan damai yang abadi. sejak dulu ia selalu mengumpulkan mozaik-mozaik dari kompas yang akan mengantarkan dan menunjukan jalan menuju kenikmatan yang ia hasratkan. Hanya saja perjalanannya sudah terlalu panjang tanpa adanya pertambambahan yang signifikan pada mozaik yang ia dapatkan. 
Sampai akhirnya, surat itu datang bersama peta emas yang didalamnya tergambar berbagai jalan pilihan menuju tempat yang diinginkannya. Bersamaan dengan surat dan peta emas itu pun, ia mendapatkan sebuah tiket perahu untuk bergabung dan berlayar bersama menuju tempat itu. Dua keadaan yang harus dipilihnya saat itu. tak ada lagi penundaan. Tetap menjadi pengembara seperti sebelumnya, menyusuri jalan darat yang lurus dan tanpa hambatan tapi begitu panjang dan sendirian. Pilihan lainnya ikut berlayar bersama pengembara lain, mengarungi lautan yang kadang tenang dan kadang mengamuk tak karuan. 
Tak bisa keduanya dipilih karena jalan darat dan laut akan berbeda meski memiliki tujuan yang sama. Tak bisa terlalu lama berpikir karena kapal harus segera berlayar dan tak bisa kita mengganti pilihan ditengah perjalanan karena kapal tak akan kembali untuk mengantarkan kita pulang, dan tak akan juga kembali untuk mengajak yang tertinggal karena berubah pikiran. Di titik ini, satu tindakan pilihan, akan menentukan perjalanan. 

Dan, pengembara ini mulai berjalan, perlahan demi perlahan. langkah pertama yang menentukan pilihan. Langkah kedua yang menguatkan nyali. Langkah ketiga yang menandakan diri bahwa tak akan menengok lagi pilihan lainnya.  Langkah keempat yang mulai terlihat gambaran dari pilihannya. Langkah kelima yang membuang mengencangkan perbekalannya. Langkah keeman akhir langkah pilihannya.  Dan langkah ketujuh, awal perjalanan barunya. Pilihan yang disambut dengan uluran tangan dan pelukan banyak pengembara lainnya. Inilah batas dunia langkah keenam dan ketujuh.